Sabtu, 26 November 2011

Merubah Orang Lain Sesulit Merubah Diri Sendiri

Setiap orang hadir dengan membawa ID sendiri, dengan ID ini manusia bisa dibedakan satu dengan yang lain, ID ini bisa dari tampilan Fisik, ada yg cantik, lucu, imut,, (kayak saya) ada yg punya tahi lalat di idung, pipi, dibawah mata, dll, ada juga ID Karakter atau sifat yang dibawa secara genetik ataupun terbentuk dari lingkungan. nah, karena ID fisik itu g usah di ubah, tinggal disyukuri saja, jadi mari kita fokuskan ke ID karakter atau sifat y..uk

sering saya mendengar ucapan, bahkan dari mulut saya sendiri,,"da saya udah gini dari lahir,, mo diapain lagi?", dari ucapan itu terselip keinginan agar orang lain menerima sikap kita, baik atau buruk, suka atau tidak ya terima saja...

saya jadi kepikiran, kalo semua orang menuntut untuk diterima karakter atau sifatnya,siapa yang akan jadi orang yang menerima karakter atau sifat saya.
ketika saya dalam suatu wadah organisasi, atau perkumpulan apapun itu.. saya harus sadar bahwa orang2 yg berhimpun disana adalah orang yang memilki perbedaan karakter, dan g mungkin saya nuntut ke mereka untuk menerima saya "sabelegedek" istilah sundanya. atau berusaha merubah karakter orang lain agar sesuai dengan karakter kita..?
ingat, " yg bisa merubah dirinya y dirinya sendiri + hidayah Allah", bukan berarti juga kita berperan menjadi orang lain, sehingga diri ini tidak nyaman...

trus si milla harus ngapain atuh..?

ini beberapa langkah yang mungkin bisa kamu validasi sendiri manfaatnya,,

1. mari evaluasi diri sendiri , mana karakter kamu yg baik mana karakter kamu yang kurang baik..(baik=tidak melanggar aturan agama)
2. " berbicaralah dengan bahasa orang yg sedang diajak berbicara" jadi harus dipikirkan orang ini bakal asik diajak ngobrol pake karakter kamu yg mana.
3. diawali dengan mendengarkan sebaik2 ny,, jadi kamu punya banyak waktu untuk analisis dan memikirkan kata2 apa dan cara penyampaian seperti apa yg baik untuk disampaikan..
4. jadikan hati seluas samudra, untuk menerima berbagai perbedaan, baik fisik, ataupun karakter yg ada di sekitar kamu, tapi bukan juga menerima hal buruk orang 2 sekitar kamu,, tetap sebagai muslim kamu wajib mengingatkan sesama.
5. minta maaf jika dirasa apa yg kamu sampaikan atau perbuat telah menyakiti atau membuat orang tidak suka.

jadi diri sendiri, dengan menerima orang lain seperti kita menerima diri kita sendiri..
wallahu a'lam..



Jumat, 25 November 2011

BUKAN PEREMPUAN BIASA

asalamualaikum..
dear Bloggy...
ceritanya mau berbagi buah tangan dari kajian keislaman yg saya hadiri hari ini...

seringkali kita mengeluh dengan kesulitan2 yang kita hadapi dalam kehidupan kita,,
mengeluh karena nilai akademik kita jelek, mengeluh ketika uang bulanan yg dikirim tidak sesuai harapan, mengeluh ketika menghadapi amanah, mengeluh,,dan mengeluh atas semua kesulitan yg kita hadapi..

taukah ukhti, kesulitan yang Allah berikan merupakan salah satu bentuk kaih sayang Allah kepada kita...
semakin sulit ujian yg kita hadapi, maka semakin tinggi drajat yg akan kita dapatan jika kita berhasil melewati ujian tsb..
dan Allah akan menguji pada titik terlemah kita, diluar zona aman kita, namun sesuai dengan kemampuan kita..

ada cerita..
di syurga nanti, akan ada seorang wanita biasa (menurut manusia) tapi menempati syurga yang lebih tinggi dari wanita yg notabene saat di dunia seorang ustadzah/ pendakwah...

sang wanita ustadzah bertanya kepada si wanita biasa..
ustadzah: wahai wanita, keapa kau bisa Allah tempatkan disana , ditempat yg lebih tinggi drajatny di banding kan ku,?
wanita biasa: taukah engkau, ketika di dunia aku melihatmu memilki ilmu yg tidak aku miliki, dan aku sangat ingin memiliki ilmu sepertimu, namun aku sabar..
aku memilki suami yang tak sebaik suamimu, dan aku sangat ingin suamiku seperti sumimu, namun aku sabar..
aku memiliki anak-anak yg tak sebaik anak2 mu,in anak-anakku sebaik anak2 mu. namun aku kembali bersabar...
karena itulah Allah menempatkan Aku disini..

milla: subhanallah..Allah meridhoi kesabarannya...

tidak ada wanita yang hiasannya lebih baik daripada seorang wanita yg menghiasi dirinya dengan TAQWA..

TAQWA yang diiringi dengan kesulitan akan lebih baik nilainya dimata Allah. justru berhati2 lah dengan kenikmatan yg selalu kita raih tanpa disertai dengan cobaan, atau ujian,, karena bisa jadi kenikmatan itu menjatuhkan kita ke dalam kehinaan..

Mari nikmati setiap Kesulitan (baca: kasih sayang Allah) yang diberikan kepada kita...
semoga bermanfaat...

Rabu, 23 November 2011

Curhat Abis

assalamualaikum,
dear bloggy...

sahabat buat saya itu everything... sayang saya ke mereka ituh udah kayak ke keluarga kandung sendiri.
mereka udah nerima saya yang banyak kurangnya daripada lebihnya..
mereka mengerti saya seperti apa lebih dari saya sendiri..

saking spesialnya mereka buat saya.. saya berusaha melakukan apapun buat mereka, kalau mereka minta sesuatu diusahain aku kasih, kalaupun pada akhirnya g ngasih, itu tuh nyesel beuut..
cuman aku g liatin,, abis gengsi ,,hihi

klo mereka lagi pusing,,saya berusaha ngerti dan bersikap seperti yg mereka suka klo lg mumet.
klo mereka nyentak saya juga terima, toh mereka g akan nyentak saya klo lagi g mumet.
klo mereka marah2, besoknya saya udah biasa aja sikapnya..

tapi sampai saat ini saya masih ngerasa mereka itu sahabat saya, tapi saya bukan sahabat mereka.
terkadang klo udah ngerasa gitu, saya mending g punya sahabat aja sekalian biar g ngerasain hal-hal melankolis kayak gitu..nguras bak hati gw beuuutt..^^ (biar g nangis)

y walaupun akhirnya kepikiran juga,, sebenarnya semua yg terjadi itu sumbernya bukan orang lain, tapi diri kita sendiri,,
kedekatan kita dengan sahabat2 terbaik kita berbanding lurus dengan kedekatan kita kepada Allah.

astagfirullahaladziim..

ya Allah jgn jauhkan hamba dari sahabat2 hamba...Amin