Rabu, 30 November 2016

Ingin berhenti dan teridhoi

Diri ini benar tidak tau,  tidak terbayang,
Tidak menyangka bahwa disini, masa depan yg saat itu masih misteri. Jika diri ini tau akan seperti ini,  kulakukan apapun tuk tak mencapai hidup disaat ini... 

Menjadi dewasa benar melelahkan,  sepi,  sendiri,  tiada kawan sejati,  tiada kawan sehati...

Aku hanya ingin berhenti, tapi mengakhiri dengan cara teridhoi,  karena aku ingin kembali ketempat kembali yg kebahagiaannya sejati...

Millati hanifah

Selasa, 07 Mei 2013

Berjuang Melawan Tirani Skripsi

Yang ngaku sarjana, pasti udah ngerasain dong gimana rasanya ngerjain skripsi,,,
di kampus tempat koe menuntut ilmu sebagai mahasiswa, Tirani skripsi masih berdiri kokoh dengan penuh keangkuhan,,, gimana g angkuh, 4 tahun kuliah, 146 sks, nilai variatif A,B,C yang berhasil dicapai dengan mengorbankan keringat, waktu, uang jajan, ongkos, dan air mata,,, tidak berarti apa-apa kalo skripsi g beres....whaaattt the helll! sungguh ini tidak adil sodara2..
(alay... wkwkwkw)...

tapi ini seriusan bro and sista....
koe, adalah salah satu korban nyata kebiadaban skripsi....
giman ga biadab, koe dah nyelesein 140 sks dengan nilai variatif, IPK diatas 3, harus merasakan pahit getir melakukan eksperimen buat skripsi selama 1,5 tahun sodara2..sunguh,,,,hal tersebut menyebabkan kerugian yang besar buat koe...TT

spp 3 semester  = 1.000.000 x 3 =3.000.000
uang jajan 18 bulan = 500.000 x 18 =9.000.000
uang penelitian = 5.000.000   ouuuuhhhh....god!  17 juta,,habis cuma buat skripsi! dan parahnya lagi adalah,, yg nanggung biaya itu diatas adalah orang tua koe seorang pegawai swasta biasa,,,                                        mana mereka juga harus nanggung 3 anak lainnya... Ya Allah yang maha agung, ampuni mereka, berkahi hidup mereka, mudahkan rizki mereka,amiin.... tapi apalah daya,,, ini bagian dari takdir, uang sudah keluar, waktu sudah terpakai, tenaga sudah terkuras, jadi tidak ada pilihan, pokoknya secepat mungkin semua kebiadaban ini harus diakhiri dengan kemenangan seorang koe, yang akhiranya bisa lulus sebagai sarjana sains yang semoga Allah memberikan keberkahan atas gelar tersebut....maaf kan anakmu ini Abi, maaf kan anakmu ini Umi,, maaf karena selalu menyusahkan, tidak bisa menjadi kebanggan, belum bisa memberikan kelapangan, belum bisa memenuhi harapan besar kalian...  yakin ini jalan yang terbaik menurut Allah,, yakin kesulitan ini akan menjadi simpanan harta di masa depan,, yakin bahwa ini adalah ujian yang Allah berikan untuk meninggikan derajat kita dihadapan-Nya...                                                                                          don't give up,, because i'm a moslem!                    

Jumat, 24 Agustus 2012

Late Draft late post but not least 😒 curhatan waktu masih 14-15 tahun gue...wkwkwk

Si Itik Item Yang Sok PeDe Gabung Sama Angsa..


aku lihat ke samping kanan, si abang baso kayaknya lagi sibuk banget tuh sama bakso-bakso nya, aku lihat ke sebelah kiri,,, hmmm..temenku lagi asik pacaran sama cowoknya yang ke sekian... nasib, nasib,, kenapa selalu gue yang jadi kambing congek'...

kenalin, aku Milla, anak 14 tahun kelas 1 Madrasah Aliyah Negeri, setara SMA lah,, tinggi 154 berat 40 kg dan selalu jadi yang paling muda di geng manapun aku berada,,, sekedar info, aku lahir setahun lebih awal dr tingkat pendidikan aku,, jadi standarnya anak sma kelas 1 itu umurnya 15-16 tahun,,,lah si aku,,14 tahun... sebenernya dulu aku bangga banget karena bisa masuk sekolah lebih awal dari temen-temen seumuran aku,, orang-orang pasti bilang klo aku nih anak pinter,,jd bisa masuk SD umur 5 tahun... emang aku rada lumayan pinter waktu TK, kecuali pelajaran menggunting...hee..

balik  ke umur gw sekarang dan status aku sebagai siswa SMA,, heumm...ternyata g bikin bangga... 
apa aja yg bikin gw g bangga adalah,, 
1. Umur segini gw masih blm menstruasi. kalah bgt sama anak SD sekarang...
2. plus karena gw blum mens, postur tubuh gw,,,yah bisa dibayangkan lah,,,pendek, krempeng, datar-datar aja, rok kegedean, muka kucel, tatapan polos, dan OON beut sama istilah2 gaul anak Remaja... 
3. karena gw selalu jd yang paling muda di kelas dan tentunya di geng gue,,, so pasti gw jd si bungsu yang lucu,  lucu klo mau disuruh-suruh,,,
4. dan karena gw masih kecil,, gw g bisa nolak permohonan temen2 gw....komplit dah nasip gw..

lo pasti penasaran kan permohonan macam apa yang di layangkan temen2 gw...??

gue juga penasaran... haha

mulai di pagi hari, saat masuk sekolah,, gw harus nyerahin buku PR gue ke temen2 buat di contek,, sementara mereka asik nyontek, ketua kelas udah pasti nyuruh gw buat nulis ayat al-quran di papan tulis, sapu kelas, buang sampah, dan beliin gorengan..
masuk jam istirahat, gw siapin kertas selembar buat nulis daftar pesenan jajanan temen2 sekelas gw... sampe gw baru jajan buat perut sendiri di putaran kedua. 
pulang sekolah,, ketua kelas nyuruh gw buat ngelakuin hal-hal td pagi dia suruh,,,

ouh god... kayaknya cita-cita gw pengen jd orang bermanfaat bagi nusa bangsa udah kecapai...



Senin, 20 Agustus 2012

Ramadhan

Assalamualaikum...

Ramadhan telah berlalu...
meski teriak hingga nafas habis, dia tak akan kembali,,,
mungkin tahun depan ia kembali,,, tp entah, apakah aku masih diam di bumi,,,

mari bersiap...
karena umur tak ada yang tau kecuali Al-'ilmu...
tak mau ku tenggelam dalam penyesalan tanpa berbuat..
ingin ku tenggelam dalam kebahagiaan saat Ramadhan ku tiba...

ya Allah ya Rabb,,,
pertemukanlah aku dengan Ramadhanku...
pertemukanlah aku dengan malam seribu bulan..
pertemukanlah aku,, dengan Mu...
amiinn.....



Sabtu, 26 November 2011

Merubah Orang Lain Sesulit Merubah Diri Sendiri

Setiap orang hadir dengan membawa ID sendiri, dengan ID ini manusia bisa dibedakan satu dengan yang lain, ID ini bisa dari tampilan Fisik, ada yg cantik, lucu, imut,, (kayak saya) ada yg punya tahi lalat di idung, pipi, dibawah mata, dll, ada juga ID Karakter atau sifat yang dibawa secara genetik ataupun terbentuk dari lingkungan. nah, karena ID fisik itu g usah di ubah, tinggal disyukuri saja, jadi mari kita fokuskan ke ID karakter atau sifat y..uk

sering saya mendengar ucapan, bahkan dari mulut saya sendiri,,"da saya udah gini dari lahir,, mo diapain lagi?", dari ucapan itu terselip keinginan agar orang lain menerima sikap kita, baik atau buruk, suka atau tidak ya terima saja...

saya jadi kepikiran, kalo semua orang menuntut untuk diterima karakter atau sifatnya,siapa yang akan jadi orang yang menerima karakter atau sifat saya.
ketika saya dalam suatu wadah organisasi, atau perkumpulan apapun itu.. saya harus sadar bahwa orang2 yg berhimpun disana adalah orang yang memilki perbedaan karakter, dan g mungkin saya nuntut ke mereka untuk menerima saya "sabelegedek" istilah sundanya. atau berusaha merubah karakter orang lain agar sesuai dengan karakter kita..?
ingat, " yg bisa merubah dirinya y dirinya sendiri + hidayah Allah", bukan berarti juga kita berperan menjadi orang lain, sehingga diri ini tidak nyaman...

trus si milla harus ngapain atuh..?

ini beberapa langkah yang mungkin bisa kamu validasi sendiri manfaatnya,,

1. mari evaluasi diri sendiri , mana karakter kamu yg baik mana karakter kamu yang kurang baik..(baik=tidak melanggar aturan agama)
2. " berbicaralah dengan bahasa orang yg sedang diajak berbicara" jadi harus dipikirkan orang ini bakal asik diajak ngobrol pake karakter kamu yg mana.
3. diawali dengan mendengarkan sebaik2 ny,, jadi kamu punya banyak waktu untuk analisis dan memikirkan kata2 apa dan cara penyampaian seperti apa yg baik untuk disampaikan..
4. jadikan hati seluas samudra, untuk menerima berbagai perbedaan, baik fisik, ataupun karakter yg ada di sekitar kamu, tapi bukan juga menerima hal buruk orang 2 sekitar kamu,, tetap sebagai muslim kamu wajib mengingatkan sesama.
5. minta maaf jika dirasa apa yg kamu sampaikan atau perbuat telah menyakiti atau membuat orang tidak suka.

jadi diri sendiri, dengan menerima orang lain seperti kita menerima diri kita sendiri..
wallahu a'lam..



Jumat, 25 November 2011

BUKAN PEREMPUAN BIASA

asalamualaikum..
dear Bloggy...
ceritanya mau berbagi buah tangan dari kajian keislaman yg saya hadiri hari ini...

seringkali kita mengeluh dengan kesulitan2 yang kita hadapi dalam kehidupan kita,,
mengeluh karena nilai akademik kita jelek, mengeluh ketika uang bulanan yg dikirim tidak sesuai harapan, mengeluh ketika menghadapi amanah, mengeluh,,dan mengeluh atas semua kesulitan yg kita hadapi..

taukah ukhti, kesulitan yang Allah berikan merupakan salah satu bentuk kaih sayang Allah kepada kita...
semakin sulit ujian yg kita hadapi, maka semakin tinggi drajat yg akan kita dapatan jika kita berhasil melewati ujian tsb..
dan Allah akan menguji pada titik terlemah kita, diluar zona aman kita, namun sesuai dengan kemampuan kita..

ada cerita..
di syurga nanti, akan ada seorang wanita biasa (menurut manusia) tapi menempati syurga yang lebih tinggi dari wanita yg notabene saat di dunia seorang ustadzah/ pendakwah...

sang wanita ustadzah bertanya kepada si wanita biasa..
ustadzah: wahai wanita, keapa kau bisa Allah tempatkan disana , ditempat yg lebih tinggi drajatny di banding kan ku,?
wanita biasa: taukah engkau, ketika di dunia aku melihatmu memilki ilmu yg tidak aku miliki, dan aku sangat ingin memiliki ilmu sepertimu, namun aku sabar..
aku memilki suami yang tak sebaik suamimu, dan aku sangat ingin suamiku seperti sumimu, namun aku sabar..
aku memiliki anak-anak yg tak sebaik anak2 mu,in anak-anakku sebaik anak2 mu. namun aku kembali bersabar...
karena itulah Allah menempatkan Aku disini..

milla: subhanallah..Allah meridhoi kesabarannya...

tidak ada wanita yang hiasannya lebih baik daripada seorang wanita yg menghiasi dirinya dengan TAQWA..

TAQWA yang diiringi dengan kesulitan akan lebih baik nilainya dimata Allah. justru berhati2 lah dengan kenikmatan yg selalu kita raih tanpa disertai dengan cobaan, atau ujian,, karena bisa jadi kenikmatan itu menjatuhkan kita ke dalam kehinaan..

Mari nikmati setiap Kesulitan (baca: kasih sayang Allah) yang diberikan kepada kita...
semoga bermanfaat...

Rabu, 23 November 2011

Curhat Abis

assalamualaikum,
dear bloggy...

sahabat buat saya itu everything... sayang saya ke mereka ituh udah kayak ke keluarga kandung sendiri.
mereka udah nerima saya yang banyak kurangnya daripada lebihnya..
mereka mengerti saya seperti apa lebih dari saya sendiri..

saking spesialnya mereka buat saya.. saya berusaha melakukan apapun buat mereka, kalau mereka minta sesuatu diusahain aku kasih, kalaupun pada akhirnya g ngasih, itu tuh nyesel beuut..
cuman aku g liatin,, abis gengsi ,,hihi

klo mereka lagi pusing,,saya berusaha ngerti dan bersikap seperti yg mereka suka klo lg mumet.
klo mereka nyentak saya juga terima, toh mereka g akan nyentak saya klo lagi g mumet.
klo mereka marah2, besoknya saya udah biasa aja sikapnya..

tapi sampai saat ini saya masih ngerasa mereka itu sahabat saya, tapi saya bukan sahabat mereka.
terkadang klo udah ngerasa gitu, saya mending g punya sahabat aja sekalian biar g ngerasain hal-hal melankolis kayak gitu..nguras bak hati gw beuuutt..^^ (biar g nangis)

y walaupun akhirnya kepikiran juga,, sebenarnya semua yg terjadi itu sumbernya bukan orang lain, tapi diri kita sendiri,,
kedekatan kita dengan sahabat2 terbaik kita berbanding lurus dengan kedekatan kita kepada Allah.

astagfirullahaladziim..

ya Allah jgn jauhkan hamba dari sahabat2 hamba...Amin